Beranda / Destinations / Pengalaman ke Golaga Purbalingga Bareng Anak 7 Tahun: Goa Lava di Lereng Gunung Slamet

Pengalaman ke Golaga Purbalingga Bareng Anak 7 Tahun: Goa Lava di Lereng Gunung Slamet

Pengalaman ke Golaga Purbalingga Bareng Anak 7 Tahun Goa Lava di Lereng Gunung Slamet

Republikajateng.com | 08/10/2026-Purbalingga | Aku datang ke Golaga pada Rabu, 30 September 2026 bareng anakku, Shanum (7 tahun). Hari itu aku memutuskan untuk berkunjung ke wisata Golaga Purbalingga. Pertanyaan utamaku sebelum berangkat cuma satu: aman dan seru nggak buat anak seumur dia? Jawabannya ada di bawah, termasuk bagian yang bikin aku deg-degan. Kesan jujurku: Shanum ternyata asyik main di sana dan ga mau pulang.

Golaga adalah singkatan dari Goa Lawa Purbalingga. Apakah kalian pernah dengan Golaga, letak lokasinya adalah di Desa Siwarak, Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, pas banget ada di lereng Gunung Slamet.

Yang bikin beda dari yang lainnya adalah goa ini bukan sekedar goa kapur biasa. Menurut beberapa sumber, goa ini terbentuk dari aliran lava Gunung Slamet pada zaman dahulu. Menurutku ini akan jadi pengalaman yang berarti buat Shanum.

Kami berangkat dari rumah kami di Bojanegara, Padamara Purbalingga naik motor dan sampai dalam 60 menitan. JJalan menuju lereng gunung Slamet ini sudah mulus jadi arusnya ramai lancar. Sinyal hape makin lama makin hilang, wkwk. Sepanjang perjalanan Shanum ceria dan sesekali bernyanyi dan bertanya ini dan itu.

Jalan menanjak dan berkelok cukup melelahkan juga, dan ada satu tikungan tajam yang harus extra hati-hati mengendarainya yah. Beberapa informasi menyebut jaraknya sekitar 25 km dari pusat kota Purbalingga, kurang lebih 30 km dari rumah kami dong. Aku sendiri belum ngukur jaraknya, hehe. Sebelum berangkat, cek kendaraan kalian yah, kondisi dan juga bensinnya.

Waktu kami sampai, kami parkir motor lalu langsung menuju loket tiket. Kami baca dulu harga tiketnya dan cek isi dompet, haha. Ternyata harga tiket untuk hari biasa (senin-jumat) @20.000, untuk hari sabtu, minggu dan tanggal merah @25.000. Untuk anak 2 tahun ke atas tetap wajib bayar tiket yah, masih aman untuk dompet kami, jadi kami beli 2 tiket deh.

Untuk tarif parkir kata si mamang tukang parkirnya untuk motor 3.000, mobil 5.000, dan bus 5.000-25.000 tergantung besar busnya. Dan Golaga buka tiap hari lho dari jam 08.00 hingga 17.00 WIB.

Saat masuk lokasi, kami disambut oleh tukang foto yang tetiba memotret Shanum, katanya si nanti hasilnya bisa di ambil di pintu keluar. Harganya satu lembar ukuran %R %.000 rupiahh, dan yang 10R 10.000 rupiah.Lalu kami melewati taman yang lumayan menanjak dan bikin ngos-ngosan karena kita jalan kaki. Sebelah kanan dan kiri ada area bermain dan ada satu spot khusus tempat kuliner juga ada. Pedagang di tempat ini tertib lho, dan area lingkungannya juga terjaga kebersihannya.

Lanjut kita masuk ke dalam gua, pertama masuk kita menurun ke dalam dan melewati banyak anak tangga, aku pegangi tangan Shanum agar jangan sampai terpeleset. Sampai di dalam gua Shanum takjub karena memang Golaga sekarang indah tidak gelap banget dan lampunya warna warni.

Struktur gua sangat alami, dan ada sungai kecil di dalamnya. Kami menelusuri gua selama kurang lebih 20 menit. Kami melewati banyak gua gua kecil bagian dari Golaga. Goanya nyaman , tidak licin , tidak pengap.

Ketika hampir di penghujung gua, ternyata ada kafe nih, buat yang udah capeki berpetualang di dalam bisa mampir sebentar untuk beristirahat sambil berfoto-foto. Oh iya di dalam gua juga asyik buat berfoto, dibantu cahaya lampu di dalam jadi instagramable, hihi. 

Shanum happy terus sampai di titik ini. Dia jalan sendiri terus tanpa bantuan gendong. Apalagi saat di pintu keluar gua yang menanjak terus, ibunya aja kalah deh capai duluan dan tertinggal di belakang.

Di luar gua kami disambut area camping dan outbond. Shanum excited dan dia ingin mencoba wahana rainbow slide. Dia berani naik sendiri lho. Harga tiketnya 20.000. Shanum sangat senang dan berani. Lalu dia coba -coba hampir semua wahana yang gratis. Kami bawa bekal dan jajan dari rumah jadi sedikit berhemat, hanya jajan sedikit saja di sana.

Buat kalian yang penasaran dan mau berkunjung ke Golaga dan bawa anak, di Golaga masih cukup aman yah, jangan lupa bawa baju hangat, karena cuaca di dataran tinggi cenderung dingin tapi hawanya tetap sejuk. Yang mau berhemat bisa bawa bekal, yang ga bawa bekal juga yang penting dompet terisi banyak yah, haha. Banyak pedagang makanan berat di Golaga. Harga nya masih cukup terjangkau.

Aku juga sempat berbincang sebentar dengan pedagang di Golaga, jawab salah seorang pedagang saat kutanya biasanya ramai pengunjung atau tidak di Golaga ini, kata dia kalau hari biasa alias week day begini pengunjungnya tidak banyak tapi masih termasuk konsisten. Berbeda dengan weekend maupun hari besar, Golaga sangat penuh dan para pedagang bisa meraup lebih banyak keuntungan. 

Shanum akhirnya capai saat kita sudah menjelajah area Golaga sekitar 2,5 jam. Kami memutuskan ke luar. Di jalan menuju pintu keluar kami melewati banyak pedagang ada kuliner, baju yang tulisannya Golaga, sampai aksesoris yang bisa dijadikan cinderamata. Harganya variatif yah, mulai dari 5.000 hingga 100.000 rupiah.

Sampai di gerbang keluar kami cek dong ada ga foto Shanum yang tadi difoto sama fotografer keliling. Ternyata disitu ada foto dia, dan hasilnya menurut kami sedong pose jelek, jadi aku putuskan tidak ambil foto itu, kata tukang fotonya sih gapapa, hihi. Tapi tenang aja kami tadi sudah dokumentasi cukup banyak. menggunakan kamera hape ketika di dalam Golaga dan sekitarnya.

Tips Berkunjung ke Golaga Bareng Anak

Dari pengalaman kami bareng Shanum, ini beberapa hal yang menurutku perlu kamu siapkan sebelum berangkat ke wisata Golaga Purbalingga:

1. Pilih hari biasa kalau bisa.
Tiket Senin sampai Jumat Rp20.000, sedangkan Sabtu, Minggu, dan tanggal merah Rp25.000. Menurut pedagang yang kuajak ngobrol, hari biasa pengunjung tidak terlalu banyak tapi tetap konsisten, sedangkan akhir pekan dan hari besar sangat penuh. Kalau mau lebih santai dan hemat, datanglah di hari kerja.

2. Datang pagi.
Golaga buka setiap hari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Berangkat pagi memberi waktu lebih longgar untuk menyusuri goa, main di area luar, lalu pulang sebelum lelah.

3. Cek kendaraan dan bensin.
Rutenya banyak tikungan dan tanjakan karena letaknya di lereng Gunung Slamet. Pastikan motor atau mobilmu sehat dan bensin cukup sebelum berangkat.

4. Siapkan uang tunai dan peta offline.
Sinyal HP makin lama makin hilang saat mendekati lokasi, jadi jangan bergantung pada internet. Siapkan uang tunai untuk tiket, parkir, dan jajan.

5. Bawa baju hangat.
Cuaca di dataran tinggi cenderung dingin, meski hawanya tetap sejuk. Jaket tipis untuk anak sangat membantu.

6. Pakai alas kaki yang nyaman.
Masuk goa harus melewati banyak anak tangga, dan jalan keluar menanjak terus. Alas kaki yang nyaman dan tidak mudah lepas akan sangat menolong, apalagi buat anak kecil.

7. Gandeng anak di tangga masuk.
Aku memegangi tangan Shanum sepanjang turun supaya tidak terpeleset. Di dalam goa jalurnya cukup nyaman, tidak licin dan tidak pengap, jadi anak bisa jalan sendiri.

8. Ingat, anak usia 2 tahun ke atas tetap bayar tiket.
Siapkan anggaran sesuai jumlah anggota keluarga.

9. Bawa bekal kalau mau berhemat.
Kami bawa bekal dari rumah dan hanya jajan sedikit di sana. Kalau tidak bawa bekal, tersedia banyak pedagang makanan berat, jadi tidak perlu khawatir kelaparan.

10. Manfaatkan wahana gratis, sisihkan budget untuk satu wahana berbayar.
Shanum mencoba hampir semua wahana gratis, dan rainbow slide seharga Rp20.000 jadi favoritnya. Kalau anakmu suka tantangan, siapkan anggaran untuk wahana ini.

Jadi kapan nih kalian akan merencanakan liburan ke Golaga? Komen di artikelku yah kapan kalian berkunjung dan juga ceritakan pengalaman kalian selama berkunjung di Golaga.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *