Republika Jateng | Analis spiritual dan pengamat geopolitik Kanjeng Senapati menyampaikan pandangan mengenai potensi kebangkitan Nusantara sebagai kekuatan besar dunia yang akan kembali memainkan peran strategis dalam peradaban global. Pandangan tersebut disampaikan berdasarkan kajian historis, geopolitik, serta hubungan ideologis dan kultural Nusantara dengan peradaban dunia.
Menurut Kanjeng Senapati, Nusantara memiliki posisi penting dalam sejarah manusia sebagai salah satu pusat awal peradaban. Posisi geografis dan historis tersebut dinilai menjadikan Nusantara memiliki konektivitas internasional yang kuat dan berpengaruh terhadap dinamika global, baik di bidang politik, ekonomi, maupun budaya.
Ia juga menyoroti keterkaitan historis dan spiritual antara Nusantara dan Jazirah Arab, yang menurutnya membentuk hubungan peradaban yang saling terhubung hingga saat ini. Hubungan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah geopolitik Nusantara, terutama dalam konteks perubahan global yang terus berlangsung.
Dalam pandangannya, tatanan negara modern berbasis republik demokrasi dinilai belum sepenuhnya mampu membawa bangsa menuju kemajuan peradaban yang berkeadilan dan sejahtera. Ia mengkritisi sistem politik yang dianggap kehilangan orientasi jangka panjang dan lebih didominasi oleh kepentingan kekuasaan serta oligarki.
Kanjeng Senapati mengangkat kembali peran Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai sistem peradaban yang, menurut catatan sejarah, mampu menjaga stabilitas, persatuan, dan kesejahteraan rakyat dalam jangka waktu yang panjang. Sistem tersebut dinilai lebih menempatkan pemimpin sebagai pengayom dan penjaga keseimbangan sosial.
Ia meyakini bahwa kebangkitan nilai-nilai peradaban Nusantara dapat menjadi fondasi bagi lahirnya era kejayaan baru atau “Golden Age”, sekaligus berkontribusi terhadap tatanan peradaban global yang lebih berimbang. Nusantara dipandang memiliki modal ideologis, spiritual, dan kultural yang kuat untuk kembali diperhitungkan di panggung dunia.
Menutup pernyataannya, Kanjeng Senapati mengajak generasi bangsa untuk membaca kembali sejarah sebagai sumber pembelajaran, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan geopolitik global. Ia menegaskan bahwa kebangkitan peradaban tidak datang secara tiba-tiba, melainkan harus disiapkan secara sadar dan terarah.

