PURBALINGGA | REPUBLIKAjateng.Com – Nuansa Ramadan di Purbalingga tahun ini terasa lebih semarak dengan digelarnya Ramadan Light Festival 2026. Ratusan lampu hias dan dekorasi cahaya yang dipasang di pusat kota menghadirkan suasana religius sekaligus memperindah ruang publik selama bulan suci.

Pembukaan festival dipusatkan di kawasan Alun-alun Purbalingga dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Dandim 0702/Purbalingga Aries Ika Satria turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat syiar Ramadan di ruang publik.
Kawasan alun-alun dihiasi sekitar 100 lampu tematik, sementara ratusan lampu lainnya menerangi ruas Jalan Jenderal Soedirman bagian barat hingga Jalan Pierre Tendean. Penataan cahaya tersebut menciptakan suasana malam yang hangat dan menenangkan, sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci.
Bupati Purbalingga, Fahmi, menyampaikan bahwa Ramadan Light Festival digelar sebagai upaya memperindah kota sekaligus memperkuat atmosfer religius menjelang dan selama Ramadan. Selain menjadi sarana syiar, festival ini juga diharapkan mampu menyambut para pemudik yang pulang kampung saat Idulfitri.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan membawa manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi. Keramaian di pusat kota diyakini mampu menggerakkan aktivitas UMKM dan memperluas peluang usaha masyarakat selama Ramadan.
Dandim 0702/Purbalingga menilai festival cahaya ini memberi warna baru dalam menyemarakkan bulan suci. Menurutnya, kehadiran dekorasi di ruang publik mampu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus memperindah wajah kota, sehingga masyarakat dapat merasakan suasana Ramadan yang lebih hidup.
Melalui Ramadan Light Festival 2026, pemerintah daerah berharap tercipta harmoni antara nilai religius dan pembangunan kota, menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ukhuwah, memperindah lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

