PURBALINGGA|Republikajateng.com— Siswa SMA Negeri 1 Padamara kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim ekstrakurikuler Cinema SMARA (SMA N 1 Padamara) berhasil meraih Juara Bronze Rajawali Award kategori Tatya (Juri) dalam ajang Indonesian Student Movie Award (ISMA) ke-9 tahun 2025.

Kompetisi bergengsi tahunan ini digelar di Jakarta selama tiga hari, 20–22 Oktober 2025, dan diikuti oleh ratusan pelajar kreatif dari berbagai daerah di Indonesia yang berkompetisi dalam bidang perfilman pelajar.

Tim Cinema SMARA terdiri dari enam siswa kelas XII: Berliano Azhar Saputra, Bijak Assidik Puturiki, Natasya Winndy Yemima, Arnanda Dewi Agustina, Daffa Aqilla Hanip, dan Senbi Oktabrina Ramadhani. Dari keenamnya, tiga siswa berangkat ke Jakarta mewakili tim, didampingi oleh guru pembina, Dra. Sri Pujihartati.
Film dokumenter berjudul “Yang Terpanggil” yang mereka produksi berhasil menarik perhatian dewan juri. Film ini mengangkat kisah inspiratif seorang suster atau biarawati yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan dan kemanusiaan. Dengan alur yang sederhana namun penuh makna, karya ini dinilai memiliki kekuatan narasi dan sinematografi yang menyentuh.
Pembina ekstrakurikuler, Dra. Sri Pujihartati, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi anak didiknya.
> “Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat siswa SMAN 1 Padamara mampu bersaing di kancah nasional. Semoga ekskul Cinema semakin maju, berjaya, dan terus berprestasi di setiap ajang, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tuturnya.
Keberhasilan tim Cinema SMARA tidak lepas dari semangat dan kerja keras seluruh anggota tim sejak tahap perencanaan hingga penjurian final.
Salah satu anggota tim, Ananda Bijak, menyampaikan bahwa proses pembuatan film dokumenter tersebut menjadi pengalaman berharga yang penuh tantangan.
> “Mulai dari penyusunan ide, pengambilan gambar di lapangan, hingga proses penyuntingan yang memerlukan ketelitian dan kerja sama tim, semuanya memberi banyak pelajaran baru bagi kami. Kami belajar pentingnya disiplin, konsistensi, dan kerja sama untuk menghasilkan karya terbaik. Kami bangga dapat membawa nama sekolah hingga meraih Bronze Rajawali Award Documentary di tingkat nasional,” ujar Bijakl
Ajang Indonesia Student Movie Award (ISMA) merupakan kompetisi film pelajar yang rutin diselenggarakan setiap tahun, menampilkan karya terbaik siswa dari seluruh Indonesia dalam kategori dokumenter, fiksi, dan animasi.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelajar Purbalingga untuk terus berkarya, berani berinovasi, dan menyalurkan kreativitas melalui film yang membawa pesan positif bagi masyarakat.

