SEMARANG, REPUBLIKAJATENG.COM – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Apel Markas Polda Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026) pagi.
Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengingatkan pentingnya persatuan, pengabdian, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diikuti pejabat utama Polda Jateng serta personel dari sejumlah satuan kerja. Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian prosesi, antara lain pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Kapolda Jateng Tekankan Pentingnya Karakter dan Kepedulian Sosial bagi Generasi Muda dalam Upacara Sumpah Pemuda
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir. Amanat itu menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai pijakan dalam menghadapi perkembangan zaman dan berbagai tantangan bangsa.
Semangat yang lahir dari ikrar pemuda pada 28 Oktober 1928 dinilai tetap relevan hingga saat ini. Persatuan di tengah perbedaan perlu dijaga melalui sikap saling menghormati serta kesediaan untuk berkontribusi bagi kepentingan bersama.
Pesan dalam amanat Menpora juga menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik maupun perkembangan teknologi. Peningkatan kualitas manusia, pembentukan karakter, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam membangun bangsa.
Generasi muda diharapkan mempunyai tiga karakter utama, yaitu patriotisme, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, dan empati terhadap kondisi masyarakat.
Patriotisme tidak sebatas diwujudkan melalui simbol atau ungkapan cinta tanah air, tetapi juga melalui pengabdian dan tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Demikian pula ketangguhan perlu disertai sikap bijaksana dan kepedulian agar keberhasilan yang dicapai tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.
Selain itu, empati sosial menjadi bekal penting bagi pemuda dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Kepekaan terhadap persoalan di sekitar diharapkan mendorong lahirnya aksi nyata untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan.
Melalui peringatan tersebut, generasi muda juga diajak untuk berani merancang masa depan, meningkatkan kemampuan, serta bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita. Semangat berprestasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara.
Kepemimpinan generasi muda pun diharapkan tidak hanya bertumpu pada kemampuan memimpin, tetapi juga kesediaan untuk melayani. Sikap tersebut penting agar kewenangan dan kemampuan yang dimiliki dapat digunakan untuk membantu masyarakat serta menjawab berbagai persoalan sosial.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum untuk memperkokoh persatuan dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat.
Ia menuturkan, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan secara konkret dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama melalui pelayanan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan dengan menghadirkan pelayanan yang humanis, memberikan perlindungan dan pengayoman, serta menjaga keamanan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baik.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman. Perbedaan yang ada di masyarakat hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kehidupan yang lebih kondusif.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Mapolda Jateng diharapkan semakin memperkuat komitmen personel Polri dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terdahulu diharapkan terus hidup melalui tindakan nyata, baik dalam pengabdian kepada negara maupun kepedulian terhadap sesama.
Momentum Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan para pemuda Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa. Semangat yang lahir dari ikrar para pemuda pada 28 Oktober 1928 tersebut masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, budaya, maupun perkembangan teknologi yang begitu cepat. Generasi muda diharapkan mampu menjadi perekat persatuan sekaligus pelopor perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Dalam amanat yang disampaikan, nilai-nilai kebangsaan menjadi salah satu hal yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat dan tidak jarang memunculkan berbagai konten yang berpotensi memecah belah persatuan. Oleh karena itu, pemuda dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, bijak dalam menggunakan media sosial, serta menjunjung tinggi nilai toleransi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Semangat Sumpah Pemuda Jadi Landasan Membangun Indonesia Maju
Selain itu, kepedulian terhadap sesama juga menjadi karakter penting yang perlu dimiliki generasi muda. Sikap gotong royong, empati, dan semangat membantu sesama merupakan bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara. Melalui berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat, pemuda dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan sejahtera.
Peran pemuda dalam pembangunan daerah juga sangat strategis. Berbagai inovasi dan kreativitas yang dimiliki generasi muda dapat menjadi motor penggerak kemajuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, potensi tersebut dapat dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa secara berkelanjutan.
Sementara itu, institusi kepolisian juga memiliki komitmen untuk terus menjalin kedekatan dengan kalangan pemuda. Melalui berbagai program pembinaan dan kegiatan kemasyarakatan, hubungan yang baik antara kepolisian dan generasi muda diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Kolaborasi ini menjadi penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Upacara peringatan Sumpah Pemuda yang berlangsung khidmat tersebut menjadi simbol kuat bahwa semangat persatuan masih hidup dan terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Kehadiran para peserta upacara dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mampu memperkokoh persatuan Indonesia.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, seluruh elemen masyarakat diingatkan untuk terus menjaga nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menghadirkan perubahan positif melalui karya, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan bekal karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta rasa peduli terhadap sesama, pemuda Indonesia memiliki peran besar dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga dan diterjemahkan dalam tindakan nyata agar Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan optimisme dan persatuan yang kokoh.




